oleh

Yayasan Pendidikan Sosial Tarangati gelar Rapat Koordinasi Maestro Aru Tu Mangkasarak

-News-55 views

Takalarinfo.com, Takalar – Yayasan Pendidikan Sosial Tarangati yang telah lama berkecimpung di dunia pendidikan dan sosial mengadakan rapat koordinasi Maestro Aru Tu Mangkasarak di Gedung PGRI Kabupaten Takalar. Kamis (17/11).

Tutut hadir dalam rapat koordinasi Kepala Dinas dan Sekretaris Dinas Penpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Takalar, Kepala Bidang Kebudayaan, Komunitas Literasi Takalar, Penggiat seni dan budaya Takalar, dengan menghadirkan tokoh masyarakat sekitar 60 orang.

Rapat ini bertujuan untuk mengkoordinasikan program yang diusung oleh Tarangati, yaitu mendorong pemerintah dan penggiat seni dan budaya Kabupten Takalar untuk saling berkolaborasi dan berkoordinasi dalam mendorong upaya legalisasi Sukman Talli menjadi Maestro Aru yang diakui oleh negara sebagai aset kebudayaan yang dimiliki oleh Kabupaten Takalar.

Program ini merupakan salah satu program yang mendapatkan bantuan dari Kemendikbud Republik Indonesia dan LPDP pada program Dana Indonesiana yang bertujuan untuk penguatan lembaga kebudayaan publik dan pemajuan kebudayaan dengan mengangkat judul “Sukman Daeng Talli (Aru Tu Mangkasarak); Transfer Nilai Budaya Lokal di Bidang Pertanian”.

Program ini merupakan program kebudayaan yang mendorong masyarakat lokal memajukan kearifan lokal dan mempublikasikan kekayaan kebudayaan yang dimiliki sebuah daerah. Program ini direalisasikan dalam bentuk film dokumenter yang masih berlangsung hingga saat ini.

Proses digitalisasi ini dilakukan dengan melakukan rekaman tentang rekam jejak perjalanan Sukman Talli hingga menjadi Maestro dan nilai-nilai yang dibawanya di setiap aktivitas kesenian yang dilakukannya hingga saat ini.

Peserta Rapat Koordinasi Maestro Aru Tau Mangkasarak

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan Kabupaten Takalar Abd. Rauf Dini mengatakan bahwa penguatan pemajuan kebudayaan ini syarat dengan dukungan semua kalangan, pewarisan budaya yang tak dilestarikan menjadi sebuah tantangan pada gerusan era globalisasi.

“Sebab dalam budayalah penguatan karakter masyarakat itu dibentuk, pewarisan dan penjagaan yang dilakukan dapat berwujud apapun, salah satunya adalah mendorong para maestro untuk tetap berkarya dan mendapatkan ruang yang layak atas kekayaan pengetahuan dan nilai nilai yang telah dijaganya melalui karya-karyanya”. Kata Abd Rauf Dini

Stelai tiga uang, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kerasipan Kabupaten Takalar, Achmad Rivai juga mengatakan bahawa sebagai bentuk dukungan dan kerjasama maka dipandang perlu untuk melibatkan setiap kalangan masyarakat dan pemerintah untuk mendorong kesuksesan program ini. Agar maestro di kabupaten Takalar mendapatkan ruang dan legalitas yang diakui.

“Kekayaan budaya tentu menjadi kekayaan tak benda yang nilainya pun juga tak dapat dihitung. sudah saatnya masyarakat dan pemerintah, mendorong aktif pelestarian kebudayaan yang dimiliki melalui legalitas penggiat budayanya pula” tutup Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Takalar Kadis Achmad Rivai.

Bagikan:

Komentar