oleh

Sanggar Seni Rumah Baca Panritta Dapat Bantuan Alat Kesenian Sebagai Dukungan Pemersatu Masyarakat

-News-57 views

Takalarinfo.com, Takalar – Sanggar Seni Rumah Baca Panritta yang berlokasi di Kelurahan Mangadu, Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar ini mendapat bantuan alat kesenian Sebagai Dukungan Pemersatu Masyarakat dari Kementrian Sosial

Lembaga ini didirikan oleh Muh. Arif Munandar, yang resmi didirikan pada tanggal 3 Agustus 2021, namun aktif bergerak sejak 21 September 2017 dengan mendorong kemajuan literasi anak dan pemuda sekitar.

Kekhawatiran akan kemajuan teknologi yang tidak berimbang menjadi tantangan akan menurunnya kesadaran literasi dan juga terlupakannya budaya lokal, hal ini mendorong untuk pengadaan wadah yang mampu menjadi penyeimbang bagi anak dan remaja di Kelurahan Mangadu.

Setelah berdiri selama kurang lebih 5 tahun, kini mendapatkan perhatian dari pemerintah, utamanya dari bidang Sosial dan Budaya.

Belum lama ini mendapatkan bantuan dari Kemensos Republik Indonesia untuk program Penguatan Ekonomi dalam rangka Pencegahan konflik sosial dan penyebaran paham radikalisme dalam bentuk bantuan pengadaan Sarana dan Prasarana.

Bantuan Kearifan Lokal dan Penguatan Ekonomi dalam rangka pencegahan konflik sosial dan penyebaran paham radikalisme yang dipergunakan untuk pengadaan alat musik dan baju tradisional yaitu Speaker, Gendang Makassar, Pui-pui, Gong, Kecapi, Patonro dan Baju tari dan Songkok Guru.

Pengembangan sarana dan prasarana ini disajikan dalam beberapa bentuk kegiatan dan pelatihan yang telah dirancang untuk mendorong peningkatan kapasitas anggota dan masyarakat.

Baju Tari dan Patonro’

Ketua Sanggar Seni Rumah Baca Panrita Muh. Arief Munandar mengatakan bahwa bantuan ini disadari sangat membantu kemajuan lembaga dalam mendorong pelestarian kebudayaan melalui sarana dan prasarana yang memadai, kehadiran bantuan ini menjadikan lembaga Sanggar Seni Rumah Baca Panritta menjadi kolaborator dan perpanjangan tangan pemerintah dan melestarikan kebudayaan Kabupaten Takalar melalui kegiatan kesenian dan upaya penerapan budaya literasi dalam masyarakat.

“Bantuan ini menunjukkan kepedulian dan keseriusan pemerintah dalam memajukan lembaga yang berdaya guna dalam mengelola masyarakat menjadi lebih berdaya, program ini mendorong lembaga masyarakat untuk berperan aktif dalam mencegah konflik sosial dan paham radikalisme melalui program pelestarian kebudayaan, dengan memperkenalkan budaya luhur serta nilai nilai perdamaian yang dikandung di dalamnya”. Ucap Arif sapaan akrabnya.

Program ini menjadi sebuah harapan agar masyarakat yang berkarakter dan berbudaya dapat dibentuk melalui program ini.

Bagikan:

Komentar